Minggu, 11 Oktober 2020

Pentingnya Mental Health untuk Generasi Z

Banyak orang berpikir bahwa sehat hanya berkaitan dengan fisik saja. Padahal Kesehatan mental juga harus diperhatikan. Menurut penelitian American Psychological Association (APA) tahun 2018 berjudul “Stress in America: Generation Z”, anak muda usia 15 sampai 21 tahun adalah kelompok manusia dengan kondisi kesehatan mental terburuk dibandingkan dengan generasi-generasi lainnya. Menurut penelitian APA tersebut juga, diperoleh hasil bahwa sebanyak 91 persen Generasi Z mempunyai gejala-gejala emosional maupun fisik yang berkaitan dengan stres, seperti depresi dan gangguan kecemasan. Dari data diatas bisa disimpulkan kalau Generasi Z memiliki kesehatan mental yang paling buruk.

        Ada bermacam-macam hal yang menyebabkan gangguan mental pada Generasi Z dan salah satunya adalah kemajuan teknologi. Isu-isu yang tersebar di internet dan tingginya aksesibilitas informasi bagi Generasi Z termasuk di dalamnya adalah informasi mengenai masalah-masalah di dunia dan sekitarnya. Karena banyak terpapar informasi, semakin pahamlah Generasi Z terhadap permasalahan-permasalahan itu. Informasi yang mereka dapat dari internet perlahan-lahan menjelma menjadi suatu kekhawatiran yang menjadi tekanan pada diri sendiri.

        Tekanan dari sekitar juga berpengaruh terhadap kesehatan mental Generasi Z. Seperti tekanan dari orang terdekat, ekonomi, dan Pendidikan. Seperti orang tua yang berharap terlalu tinggi pada anaknya, kebutuhan yang semakin hari semakin tidak terjangkau, dan tugas yang menumpuk bisa memberi tekanan kepada kesehatan mental. Tekanan yang menumpuk ini semakin lama semakin terakumulasi dan bisa menyebabkan stress, gangguan mental, bahkan bisa berujung self- harm dan bunuh diri.

Tanda-tanda dari mulai terganggunya kesehatan mental bisa dilihat dari gangguan pola makan, emosi tak terkontrol, merasa tak berdaya dan bingung, berelebihan dalam menanggapi sesuatu, delusi dan halusinasi, perubahan mood yang drastis, mulai menarik diri dari kehidupan social, dan hilangnya konsentrasi dan kemampuan untuk memahami seseorang.

        Lalu bagaimana menjaga kesehatan mental? Bisa dari melakukan aktivitas fisik agar tubuh tetap aktif bergerak, menyibukan diri dengan hobi karena dengan melakukan hobi bisa membantu perasaan kita untuk senang dan melupakan masalah-masalah kita sejenak, Membantu orang lain juga bisa membantu mengurangi perasaan terbeban kita, selalu berpikir positif juga salah satu kunci penting agar kekhawatiran dan pikiran buruk sirna dari pikiran kita, bila merasa tertekan mentalnya bisa menceritakannya pada teman terdekat atau meminta bantuan professional, tidur yang cukup juga bisa membuat tubuh kita menjadi lebih segar dan rileks dalam menghadapi segala masalah yang akan kita hadapi.

        Bila sudah terjadi gangguan mental maka bisa hubungi tenaga ahli dan professional untuk dilakukan psikoterapi, yaitu terapi bicara yang memberikan media yang aman untuk pengidap dalam mengungkapkan perasaan dan meminta saran. Bisa juga untuk mengonsumsi obat-obatan dibawah pengawasan tenaga ahli. Bergabung ke support grup yang berisi orang-orang yang juga mengidap gangguan mental yang sejenis agar bisa berbagi informasi dan pengalaman untuk berjuang melawan gangguanmental. Dilakukan rawat inap bila sudah semakin parah dan ada usaha untuk bunuh diri.

        Kondisi kesehatan mental generasi Z sangat perlu untuk menjadi perhatian banyak pihak. Selain kajian-kajian ilmiah mengenai penyebab kondisi psikologis ini, berbagai pihak juga perlu terus mengembangkan sosialisasi mengenai pentingnya kesadaran kesehatan mental.

        Generasi Z juga bisa memanfaat akses informasi untuk mendapatkan bantuan klinis terkait kesehatan mental. Dan bersikap pro-aktif dalam memahami kondisi kesehatan mentalnya sendiri. Bergabung dengan komunitas dan menemukan teman untuk berbagi masalah juga bisa membantu menjaga kesehatan mental.

Jumat, 09 Oktober 2020

Motivation Letter

          Hai, Nama saya Aimar Abimayu Pratama. Saya merupakan mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komputer, Program Studi Teknik Komputer, Universitas Brawijaya. Saya membuat postingan ini untuk memenuhi tugas dari rangkaian acara Raja Brawijaya 2020.

Dalam dunia psikologi mencintai diri sendiri merupakan hal yang benar dari pandangan tertentu dan hal yang salah dari pandangan tertentu lainnya. Psikologi mempelajari banyak kemungkinan sikap dan sifat manusia serta karakter dan respon manusia baik dilihat dari masing-masing personalnya ataupun dilihat ketika berkomunikasi dengan orang lain. 

          Memahami dan mengenal diri sendiri bukanlah suatu hal yang mudah. Psikolog klinis, Ryan Howes Ph.D mengatakan, setiap orang memiliki cara yang unik dan berbeda untuk menghadapi dan menjalani hidupnya. Maka penting untuk kita agar memahami perbedaan itu untuk meminimalisir tekanan yang timbul karena tidak memahami diri sendiri. Bila kita sudah mengenal diri sendiri, maka kita akan lebih mantap dalam menjalani kehidupan dan membuat pilihan-pilihan berbeda dari yang sebelumnya belum kita ambil.

          Ada beberapa cara untuk memahami dan mengenal diri sendiri, dan sudah Saya rangkum seperti berikut

1.     Dimulai dari keyakinan pada diri anda sendiri

Langkah paling pertama dari memahami dan mengenal diri sendiri adalah keyakinan pada diri Anda sendiri. Jika Anda tidak bersungguh-sungguh dalam menjalaninya, Anda nantinya akan tetap berusaha untuk menutupi sisi negatif Anda dan mempersulit untuk mengenal diri Anda sendiri

2.     Lihat role model anda

Dalam setiap tahapan perkembangan, setiap orang umumnya memiliki role model yang digunakan sebagai contoh untuk berkembang. Sarikan dalam kalimat-kalimat yang mudah diingat, hal-hal apa saja yang diajarkan para role model ini bagi kita. Apakah pelajaran-pelajaran tersebut masih kita sepakati saat ini atau tidak.

3.     Minta masukan dari orang sekitar anda

Mintalah masukan dari teman dan keluarga untuk mengamati, hal-hal apa yang menurut mereka bisa membuat kita bahagia atau tertekan. Cara tiap orang dalam memahami dan mengenal diri sendiri berbeda-beda, tetapi bisa saja salah satunya sama dengan Anda.

4.     Hentikan pola pikir negatif

Pola pikir negatif dapat menghambat proses memahami dan mengenal diri sendiri. Pola pikir negatif jugalah yang dapat membuat Anda memiliki pandangan ekstrim terhadap diri sendiri. Anda perlu menyadari dan menghentikan kebiasaan buruk untuk mengkritik diri sendiri. Misalnya, jika Anda sering mengganggap diri bodoh karena melakukan kesalahan, tantang pemikiran tersebut dengan melihat fakta bahwa kesalahan yang dilakukan bukan karena Anda bodoh, tetapi karena kurang teliti.

5.     Jujur Pada Diri Sendiri

Kejujuran yang paling sulit dilakukan adalah jujur pada diri sendiri. Dan jujur pada diri sendiri merupakan bentuk atau cara untuk memahami diri sendiri. Seringkali kebohongan membuat diri kita gelisah, namun kita mencoba menampik dan mencoba kuat. Padahal kita hanya membuat diri kita semakin gelisah. Jadi berhentilah untuk menyiksa perasaan dan jujur pada diri sendiri.

6.     Mencari kegiatan yang sesuai dengan bakat

Mencari kegiatan yang sesuai dengan bakat membantu untuk memahami dan mengenal diri sendiri. Dengan begitu anda akan sadar bergunanya anda dalam bakat tersebut. Anda juga akan merasa lebih mudah untuk menentukan pilihan hidup karena anda sudah tahu kegiatan apa yang bisa membuat anda nyaman.

7.     Bersyukur

Anda tidak berterima kasih atas apa yang sudah diberikan Tuhan pada diri anda ? bagaimana dengan orang lain ? tubuh tanpa kaki, jantung bermasalah, mental yang terganggu, permasalahan hidup yang rumit hingga mereka memutuskan untuk bunuh diri. Sedangkan masalah anda hanyalah percaya diri dan juga minder. Cobalah untuk bersyukur maka anda bisa mencintai diri sendiri dengan mata terbuka dan justru bisa melakukan berbagai hal secara maksimal.


Referensi :

https://greatmind.id/article/memahami-diri-sendiri

https://www.sehatq.com/artikel/bagaimana-cara-untuk-menerima-diri-sendiri


Sabtu, 04 Maret 2017

Kisah Pas SMP


Gedung SMPIT Thariq bin Ziyad
SMPIT Thariq bin Ziyad sekolah dimana kini aku bersekolah. Bermula ketika banyak teman di SD asalku yang ingin ke SMPIT TBZ (seterusnya disebut TBZ). Kukira akan berat hidupku di dunia baru yang bernama SMP, tetapi setelah dilewati selama 3 tahun hingga diriku mau lulus ini ternyata tidak seburuk yang aku bayangkan. Banyak pengalaman dan peristiwa yang terjadi baik yang disadari sampai yang tidak disadari (ada loh pengalaman yang tidak disadari tapi kalau aku tahu pengalamannya berarti udah masuk kategori pengalaman yang disadari). Berawal dari kelas 7 dimana aku masih polos-polosnya masih belum tahu apa-apa, aku berkenalan dengan orang-orang dikelas agar menjadi teman-teman dikelas. Disini masa-masa yang lumayan enak karena lokasi kelas ku berada dilantai dua tepat disamping ruang kepala bidang al-Quran dan wakil kepala bidang kurikulum karena bisa nongkrong2 diluar pas istirahat (kadang2 pas jam kosong) tanpa kepanasan. Dan juga karena guru2 yang mengajar masih baik2 dan ngak kaku jadi enak belajarnya. Masa ini juga waktu dimana Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar terjadi. Waktu berlalu dan aku naik kelas 8 dimana masa2 paling indah karena banyak terkena imbas dari kelas 9 yang mau UN yaitu libur UN (sebenernya dari kelas 7 udah ada). Dikelas 8 terlalu banyak kenangan manis yang tidak bisa diceritakan karena udah pada lupa. Lanjut naik kelas 9 dimana para mantan murid kelas 8 akan merasakan bagaimana eneknya dapet kertas Try Out dan bimbel dua kali seminggu. Meskipun begitu dua kegiatan ini sangat berguna di UN nanti. Pada masa-masa inilah kita dilatih untuk sabar dan mengingat Allah karena dialah satu-satunya yang bisa diminta bantuan pas ngerjain soal UN nanti. Dan Alhamdulillah aku masih dikasih nyawa sama Allah sampai sekarang ini. Tolong buat yang baca artikel ini buat doain kalo semua orang yang tahun ini menghadapi UN bisa lulus semua dengan nilai terbaik, Amiiiinnnn!!!!

Panglima Thariq bin Ziyad

Thariq bin Ziyad (670 - 720) adalah seorang jendral dari dinasti Umayyah yang memimpin penaklukan muslim atas wilayah Andalus (Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) pada tahun 711 M. Dalam sejarah Spanyol dikenal dengan sebutan Taric el Tuerto (Taric yang memiliki satu mata). Nama lengkap penakluk Spanyol ini adalah Thariq bin Ziyad bin Abdullah bin Walgho bin Walfajun bin Niber Ghasin bin Walhas bin Yathufat bin Nafzau ini adalah putra suku Ash-Shadaf, suku Barbar, penduduk asli daerah Al-Atlas, Afrika Utara. Ia lahir sekitar tahun 50 Hijriah. Asal-usul Thariq tidak diketahui secara pasti. Menurut sejarawan Syauqi Abu Khalil dan dikutip oleh Alwi Alatas, ada yang menyebutnya sebagai keturunan dari Bani Hamdan dari Persia, atau dari suku Lahm. Ada juga yang menyebutkan Thariq berasal dari bangsa Vandals. Namun, banyak sejarawan yang menganggap dia keturunan dari bangsa Berber. Menurut Alwi Alatas, Thariq berasal dari keluarga muslim dan sejak kecil telah dididik secara Islam oleh ayahnya pada masa kekuasaan Uqbah bin Nafi di Ifriqiya. Ia ahli menunggang kuda, menggunakan senjata, dan ilmu bela diri. Setelah Rasulullah saw. wafat, Islam menyebar dalam spektrum yang luas. Tiga benua lama yaitu Asia, Afrika, dan Eropa pernah merasakan rahmat dan keadilan dalam naungan pemerintahan Islam. Tidak terkecuali Spanyol (Andalusia). Ini negeri di daratan Eropa yang pertama kali masuk dalam pelukan Islam di zaman Pemerintahan Kekhalifahan Bani Umayyah.
Musim panas tahun 711 M (92 H), Thariq bin Ziyad berangkat menuju Andalus. Pada tanggal 29 April 711, pasukan Thariq mendarat di Gibraltar (nama Gibraltar berasal dari bahasa Arab, Jabal Tariq yang artinya Gunung Thariq). Setelah pendaratan, ia memerintahkan untuk membakar semua kapal, Pasukannya kaget. Mereka bertanya, “Apa maksud Anda?” “Kalau kapal-kapal itu dibakar, bagaimana nanti kita bisa pulang?” tanya yang lain.


Dengan pedang terhunus dan kalimat tegas, Thariq berkata..

 ...Kita datang ke sini bukan untuk kembali. Kita hanya memiliki dua pilihan yaitu Menaklukkan negeri ini lalu tinggal di sini atau kita semua binasa..!!

Kini pasukannya paham. Mereka menyambut panggilan jihad Panglima Perang mereka itu dengan semangat berkobar.

Lalu Thariq melanjutkan briefingnya dan kemudian berpidato ...

“Wahai seluruh pasukan, kalau sudah begini ke mana lagi kalian akan lari? Di belakang kalian ada laut dan di depan kalian ada musuh. Demi Allah swt., satu-satunya milik kalian saat ini hanyalah kejujuran dan kesabaran. Hanya itu yang dapat kalian andalkan.

Musuh dengan jumlah pasukan yang besar dan persenjataan yang lengkap telah siap menyongsong kalian. Sementara senjata kalian hanyalah pedang. Kalian akan terbantu jika kalian berhasil merebut senjata dan perlengkapan musuh kalian. Karena itu, secepatnya kalian harus bisa melumpuhkan mereka. Sebab kalau tidak, kalian akan menemukan kesulitan besar. Itulah sebabnya kalian harus lebih dahulu menyerang mereka agar kekuatan mereka lumpuh. Dengan demikian semangat juang kita akan bangkit.

Musuh kalian itu sudah bertekad bulat akan mempertahankan negeri mereka sampai titik darah penghabisan. Kenapa kita juga tidak bertekad bulat untuk menyerang mereka hingga mati syahid? Saya sama sekali tidak bermaksud menakut-nakuti kalian. Tetapi marilah kita galang rasa saling percaya di antara kita dan kita galang keberanian yang merupakan salah satu modal utama perjuangan kita.

Kita harus bahu-membahu. Sesungguhnya saya tahu kalian telah membulatkan tekad serta semangat sebagai pejuang-pejuang agama dan bangsa. Untuk itu kelak kalian akan menikmati kesenangan hidup, disamping itu kalian juga memperoleh balasan pahala yang agung dari Allah swt. Hal itu karena kalian telah mau menegakkan kalimat-Nya dan membela agama-Nya.

Percayalah, sesungguhnya Allah swt. adalah penolong utama kalian. Dan sayalah orang pertama yang akan memenuhi seruan ini di hadapan kalian. Saya akan hadapi sendiri Raja Roderick yang sombong itu. Mudah-mudahan saya bisa membunuhnya. Namun, jika ada kesempatan, kalian boleh saja membunuhnya mendahului saya. Sebab dengan membunuh penguasa lalim itu, negeri ini dengan mudah kita kuasai. Saya yakin, para pasukannya akan ketakutan. Dengan demikian, negeri ini akan ada di bawah bendera Islam.”

Mendengar pasukan Thariq telah mendarat, Raja Roderick mempersiapkan 100.000 tentara dengan persenjataan lengkap. Ia memimpin langsung pasukannya itu. Musa bin Nusair mengirim bantuan kepada Thariq hanya dengan 5.000 orang. Sehingga total pasukan Thariq hanya 12.000 orang. Pada hari Ahad, 28 Ramadhan 92 H atau 19 Juli 711 M, kedua pasukan bertemu dan bertempur di muara Sungai Barbate. Pasukan muslimin yang kalah banyak terdesak. Dengan bantuan Julian, penguasa Ceuta. Julian dan beberapa orang anak buahnya  menyusup ke kubu Roderick. Ia menyebarkan kabar bahwa pasukan muslimin datang bukan untuk menjajah, tetapi hanya untuk menghentikan kezaliman Roderick. Jika Roderick terbunuh, peperangan akan dihentikan.

Usaha Julian berhasil. Sebagian pasukan Roderick menarik diri dan meninggalkan medan pertempuran. Akibatnya barisan tentara Roderick kacau. Thariq memanfatkan situasi itu dan berhasil membunuh Roderick dengan tangannya sendiri. Mayat Roderick tengelam lalu hanyat dibawa arus Sungai Barbate.

Terbunuhnya Roderick mematahkan semangat pasukan Spanyol. Markas pertahanan mereka dengan mudah dikuasai. Keberhasilan ini disambut gembira Musa bin Nusair. Baginya ini adalah awal yang baik bagi penaklukan seluruh Spanyol dan negara-negara Eropa.

Setahun kemudian, Rabu, 16 Ramadhan 93 H, Musa bin Nusair bertolak membawa 10.000 pasukan menyusul Thariq. Dalam perjalanan ia berhasil menaklukkan Merida, Sionia, dan Sevilla. Sementara pasukan Thariq memabagi pasukannya untuk menaklukkan Cordova, Granada, dan Malaga. Ia sendiri membawa sebagian pasukannya menaklukkan Toledo, ibukota Spantol saat itu. Semua ditaklukkan tanpa perlawanan.

Pasukan Musa dan pasukan Thariq bertemu di Toledo. Keduanya bergabung untuk menaklukkan Ecija. Setelah itu mereka bergerak menuju wilayah Pyrenies, Perancis. Hanya dalam waktu 2 tahun, seluruh daratan Spanyol berhasil dikuasai. Beberapa tahun kemudian Portugis mereka taklukkan dan mereka ganti namanya dengan Al-Gharb (Barat).

Sungguh itu keberhasilan yang luar biasa. Musa bin Nusair dan Thariq bin Ziyad berencana membawa pasukannya terus ke utara untuk menaklukkan seluruh Eropa. Sebab, waktu itu tidak ada kekuatan dari mana pun yang bisa menghadap mereka. Namun, niat itu tidak terealisasi karena Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik memanggil mereka berdua pulang ke Damaskus. Thariq pulang terlebih dahulu sementara Musa bin Nusair menyusun pemerintahan baru di Spanyol.

Setelah bertemu Khalifah, Thariq bin Ziyad ditakdirkan Allah swt. tidak kembali ke Eropa. Ia sakit dan menghembuskan nafas. Thariq bin Ziyad telah menorehkan namanya di lembar sejarah sebagai putra asli Afrika Utara muslim yang menaklukkan daratan Eropa.